Tampilkan postingan dengan label Paskibra. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Paskibra. Tampilkan semua postingan

Kesaksian Paskibraka: Ditampar, Ditelanjangi

  
Korban pelecehan seks Paskibraka diperiksa polisi
(VIVAnews/Sandy Adam Mahaputra)
Maryadie, Eko Priliawito
Terungkap, anggota Paskibraka DKI Jakarta angkatan 2010 tidak hanya mendapatkan pelecehan dari para seniornya selama pemusatan latihan. Mereka juga ternyata kerap mendapat kekerasan.

Dokumen pengakuan anggota Paskibraka yang didapat VIVAnews.com misalnya mengisahkan sebuah peristiwa pada Minggu 4 Juli 2010. Ketika itu sejumlah peserta wanita, oleh para senior mereka yang juga sama-sama perempuan, kembali diminta berbaris di depan pintu kamar tidur. Pada hitungan kesepuluh diminta membuka seluruh baju mereka lagi. Sembari membawa gayung dan sikat gigi, mereka diminta berbaris dengan sikap sempurna di depan pintu kamar mandi, masih dalam keadaan telanjang bulat. 

Perpeloncoan di luar batas kepatutan ini terjadi hingga keesokan harinya.

Selain ditelanjangi, mereka juga mendapat hukuman di luar batas. Salah satunya, sebagaimana tertera dalam naskah kesaksian itu, terjadi pada Minggu malam, 4 Juli 2010.

Salah seorang peserta putri bersaksi bagaimana sekitar pukul 23.00 WIB dia digelandang ke kamar salah satu seniornya ketika peserta yang lain sedang tidur pulas. Tanpa jelas apa salahnya, ia tanpa ampun diperintahkah untuk push-up, sit-up dan berjalan jinjit sekitar 30 menit.

Keesokan harinya, empat peserta putri mengaku ditampar sampai jatuh karena dinilai salah posisi saat melakukan push-up. Yang lebih sering menerima siksaan adalah mereka yang menjabat sebagai 'Ibu Barak.'
Tak cuma itu, salah satu anggota Paskibraka putri juga mengaku dihukum berjalan jongkok sembari bugil pada 6 Juli 2010. Penyebabnya sepele: salah membawa pakaian ganti dari kamar mandi hingga ke kamar tidur. 

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Hadi Supeno, memastikan kesaksian ini memang benar adanya. Keterangan ini disampaikan orangtua korban kepada KPAI. Karena itu KPAI mendesak Dinas Olah Raga Daerah DKI Jakarta untuk bertanggungjawab dan meminta maaf. "Kejadian itu berlangsung hingga delapan kali sejak hari pertama hingga 6 Juli 2010," ujar Hadi. (kd)

sumber : VIVAnews

Aksi Paskibra "Lari Bugil" Terjadi saat Diawasi Empat Senior

Kasus pemaksaan "lari bugil" yang dialami seorang paskibra dari DKI Jakarta diduga terjadi ketika dalam pengawasan empat anggota paskibra senior putri.

Seperti diberitakan, calon anggota paskibra dari Provinsi DKI diduga mendapat perlakuan asusila ketika menjalani masa orientasi di Cibubur pada 2-6 Juli 2010. Mereka antara lain diduga telah diperintah oleh anggota paskibra senior untuk berlari dari barak tidur ke barak mandi maupun sebaliknya dalam kondisi bugil dan itu dilakukan berkali-kali.

Ketua Tim Investigasi Internal Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Mohamad Mahdi membenarkan bahwa instruktur dalam masa orientasi tersebut merupakan anggota paskibra senior yang tergabung dalam PPI. Meski belum menarik kesimpulan dari hasil investigasinya, Mahdi menduga peristiwa itu mungkin terjadi saat jadwal acara padat.

"Kemungkinan itu terjadi pada sore hari. Saat itu ada empat senior (yang mengawasi barak putri)," kata Mahdi.

PPI merupakan organisasi yang menghimpun anggota paskibra sejak angkatan 1967 hingga sekarang. Mereka ditunjuk oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi DKI sebagai pelaksana orientasi kepaskibrakaan di Cibubur maupun pelatihan pengibaran bendera yang dipusatkan di Perpustakaan Nasional mulai 13 Agustus. Dalam masa orientasi Paskibraka 2010 di Cibubur, anggota PPI yang menjadi instruktur berasal dari angkatan 2006-2009.

"Jumlah (instruktur) bisa lebih dari 50 orang," kata Ketua Majelis Pertimbangan Organisasi PPI Yosse Yuliandra.

Senior putra maupun putri mengawasi pembinaan paskibra di barak tertutup dan terpisah antara putri dan putra. Barak putri terdiri dari 15 orang anggota paskibra yunior, demikian pula barak putra. Dari 30 orang tersebut, dua di antaranya dikirim sebagai pasukan pengibar bendera pusaka (paskibraka) tingkat nasional.
TRIBUNNEWS.COM,

Pada Hitungan Sepuluh harus Lari Bugil - Paskibra Skandal

Pada hitungan sepuluh harus lari telanjang dari kamar tidur ke kamar mandi tiap hari dua kali. Kalimat itu terus teringat di benak para siswi pasukan pengibar bendera pusaka 17 Agustus 2010 kemarin.

Mereka khawatir kegiatan "lari bugil" pagi sore itu divideokan dan disebarluaskan. Karena menurut pengakuan siswi anggota paskibra, ada para senior yang memegang handphone tiap kali mengawasi kegiatan itu.

Pantas para siswi itu syok dan khawatir, apalagi di sekolah mereka juga ditanyai macam-macam oleh teman di kelasnya. Menjadi pasukan pengibar bendera seharusnya membanggakan tapi ini berbuah kekhawatiran yang mendalam.

Itulah pengakuan beberapa orang tua siswi yang telah diperiksa untuk memberikan laporan di unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Metro Jaya, Selasa (31/08/2010) petang.

Para orang tua siswi anggota paskiraka itu  memberikan keterangan untuk kepentingan pembuatan berita acara pemeriksaan (BAP), Orang tua yang menyampaikan kekhawatiran anaknya itu antara lain Loreen Djunaidi (orangtua S), Wier Ritonga (orangtua I) dan lain-lain.

"Saya takut ada yang (merekam) dan akan menyebarluaskan kondisi anak-anak saat berbaris telanjang. Karena ada senior yang membawa handphone," kata Loreen.

Menurut Wier, perintah ini tidak normal. Namun, ia selaku orang tua tetap mendukung putrinya. "Sekarang dia syok dan bingung. Di sekolah, kawan-kawannya pun bertanya," ujarnya.

Wier juga meminta guru anaknya untuk menguatkan mental. "Kami motivasi anak, bahwa ini kejadian di luar kehendak mereka. Saya berpesan, agar anak saya mengatakan yang sebenarnya," kata Wier. Walau dua siswi itu syok tapi tetap mampu memberikan keterangan dengan baik. Polisi juga mengimbau kepada para orang tua siswi paskibra untuk melapor ke polisi. (*)

sumber : http://www.tribunnews.com

Astaga! Anggota Paskibra Dihukum Lari Telanjang

Tribunnews.com
Pengibaran-bendera.jpg
TRIBUNNEWS.COM/BIAN HARNANSA
Ilustrasi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Seorang anggota Paskibra tingkat DKI Jakarta dilaporkan mendapatkan pelecehan seksual dari seniornya. Siswi tersebut diminta lari telanjang dari kamar mandi ke kamar berkali-kali. Laporan tersebut dilayangkan orangtua siswi yang namanya belum diketahui itu. Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (17/8/2010) mengatakan telah mengetahui hal tersebut. Foke mengatakan akan melakukan tindakan tegas. “Saya kira mereka yg bertindak tidak sesuai kode etik akan dikenakan sanksi,” ujar Foke singkat.
Soal sanksi, Foke mengatakan belum dapat mengutarakannya. “Nanti kita lihat karena belum tentu semuanya pegawai negeri,” kata Foke singkat. Ditambahkannya, saat ini dirinya tengah meminta laporan lengkap soal kasus pelecehan seksual tersebut.
sumber : http://www.tribunnews.com

Foto Soekarno Bersama Che Guevara dan Fidel Castro
















Paskibra Lari Telanjang Diperiksa Psikolog

Paskibra Lari Telanjang Diperiksa Psikolog – Trauma yang ditimbulkan senior yang menyuruh pasukan Paskibra Lari Telanjang di toilet menimbulakn kontroversi.
Dinas Olah Raga dan Pemuda (Disorda) Pemrov DKI berencana untuk memeriksakan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) putri yang menjadi korban pelecehan seksual ke psikolog. Rencana ini adalah hasil pertemuan antara Pemprov DKI yang diwakili Disorda dengan orangtua korban.
“Hasil kesepakatan, pertama hari Sabtu besok kita akan me-recovery secara psikis. Itu permintaan orangtua karena khawatir ada trauma dari proses kemarin. Itu mekanisme akan kita serahkan pada psikolog,” terang Kepala Bidang Kepemudaan Dinas Olahraga dan Pemuda Pemrov DKI Jakarta Firmansyah, Jl Jatinegara Timur, Jakarta Timur, Rabu (18/8/2010) petang.
Firmansyah mengatakan, orangtua dan Pemrov juga meminta Purna Paskibraka Indonesia (PPI) mendeklarasikan tidak ada intimidasi terhadap Paskibraka 2010.
“Diminta tidak ada intimidasi terhadap Paskibraka 2010, tidak ada intimidasi terhadap Paskibra baru dan dijamin tidak ada terkait pornografi di barak,” katanya.
Firmansyah mengatakan, senior yang melakukan pelecehan akan dipertemukan dengan orang tua korban. Tindakan hukum untuk sementara tidak akan ditempuh.
sumber : http://www.forumkami.com

Calon Paskibra Mengakui Disuruh Bugil

Sejumlah calon Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) 2010 DKI Jakarta membenarkan bahwa mereka telah diperintah untuk telanjang dan ditonton oleh para seniornya. Mereka menyayangkan ada rekan-rekannya yang membantah kejadian tersebut.
“Iya, disuruh berbaris telanjang. Semuanya (15 putri) seperti itu setiap kali mandi,” kata salah satu calon Paskibra (Capaska) putri asal Jakarta Selatan.  “Buka baju itu dihitungin sampai sepuluh hitungan,” tambahnya.
Hal yang sama juga disampaikan Capaska putri lain asal Jakarta Selatan. Ia menyayangkan ada rekannya yang berbicara kepada media bahwa ada instruksi dari Paskibraka senior untuk berjalan cepat dari barak tidur ke barak mandi dengan memakai handuk.
“Kok bohong gitu sih? Kan semuanya kena (disuruh telanjang),” ungkapnya.
Kedua Capaska tersebut mengakui, kejadian itu berlangsung selama masa orientasi kepaskibrakaan (OK) di Cibubur, 3-6 Juli. Perintah ini disampaikan oleh tidak hanya satu orang. “Dalam sepuluh hitungan, lepas bajunya semua,” kata Capaska tersebut mengutip perintah Paskibraka senior.
“Kita disuruh berbaris telanjang di depan kamar tidur. Terus disuruh berjalan ke kamar mandi (untuk mandi bersama). Memang enggak disuruh lari, tapi suruh cepat-cepat jadi otomatis ya lari,” terangnya lagi.
“Pada hari pertama, seniornya yang ngasih handuk untuk bilas setelah mandi. Hari kedua dan seterusnya handuknya ditinggal di depan kamar tidur,” tutur dia
Kedua Capaska tersebut kini menyerahkan kelanjutan masalah ini kepada orangtua mereka. Para orangtua masih akan membahas tindakan selanjutnya setelah menerima hasil laporan tim investigasi Purna Paskibraka Indonesia.
(tribunkaltim)

Ada Hukuman Jalan Jongkok Bugil

Jakarta, Calon Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) putri 2010 asal DKI Jakarta tidak hanya diperintah berdiri telanjang sebelum mandi. Ada pula yang dihukum jalan jongkok tanpa sehelai pakaian. Kejadian tersebut berlangsung selama masa orientasi kepaskibrakaan (OK) di Cibubur, 3-6 Juli 2010.
Para peserta putri, yang disebut calon Paskibraka (Capaska), terdiri dari 15 orang dan ditempatkan dalam barak tertutup yang terpisah dari barak putra. Sejak hari pertama pelaksanaan OK, Capaska sudah diperintah melepas seluruh pakaian sebelum bersama-sama masuk barak mandi. Ketika ada dua orang yang melakukan kesalahan, Capaska dikenai hukuman dan menjalankannya dalam kondisi tanpa busana.
“Ada dua orang yang disuruh jalan jongkok (telanjang). Waktu itu mereka ketinggalan pakaian, terus disuruh jalan jongkok ke kamar (untuk mengambil pakaian),” kata seorang Capaska putri ketika ditemui Kompas.com di kantor ayahnya yang bersebelahan dengan rumahnya.
Capaska asal Jakarta Selatan itu mengaku, instruksi berbaris bugil itu berlaku untuk seluruh peserta putri, termasuk dua peserta yang mengenakan jilbab.
[kompas]